Ketika mencari rumah, apa yang biasanya menjadi pertimbangan utama? Lokasi, harga, luas bangunan, fasilitas, atau akses transportasi? Semua memang penting. Namun, ada satu hal yang sering luput diperhatikan, yaitu kualitas udara di lingkungan tempat tinggal.
Bagi masyarakat yang tinggal di kawasan Jabodetabek, persoalan kualitas udara bukan sesuatu yang bisa dianggap sepele. Tingginya aktivitas kendaraan, pembangunan, dan berbagai sumber emisi membuat polusi udara menjadi bagian dari kehidupan perkotaan yang perlu diperhatikan.
Realita Kualitas Udara di Jabodetabek

Berdasarkan data Air Quality Index (AQI) kualitas udara di Jabodetabek berada di kisaran 150 hingga 200. Angka ini jauh dari kata baik.
Kalau Homers telusuri lebih dalam lagi, konsentrasi PM2.5 alias partikel polusi halus di udara di Jabodetabek berkisar antara 50-100 mikrogram per meter kubik.
Padahal, standar batas aman yang ditetapkan oleh WHO (World Health Organization) hanya berkisar 5-15 mikrogram per meter kubik saja. Artinya, kualitas udara yang Homers hirup sehari-hari bisa jadi 5-10 kali lipat lebih tinggi dari batas aman yang direkomendasikan.
Kenapa Polusi Udara yang Buruk Tidak Boleh Diremehkan?
Banyak orang mengira dampak polusi udara itu instan dan langsung terasa. Padahal, bahaya sesungguhnya datang perlahan-lahan tanpa Homers sadari.
Riset dari University of Chicago mengungkapkan fakta yang cukup mengejutkan, partikel polusi halus yang terekam dalam Air Quality Index (AQI) bisa memangkas usia harapan hidup manusia hingga 2,5 tahun. Yang membuat kondisi ini makin berbahaya adalah efeknya yang tidak secara langsung.
Paparan ini terjadi secara akumulatif dari tahun ke tahun, dan sayangnya, sebagian besar paparan ini justru Homers alami di tempat yang seharusnya paling aman, rumah sendiri.
Setiap hari, Homers menghirup udara di rumah tanpa benar-benar tahu seberapa baik atau buruk kualitasnya. Padahal rumah adalah tempat Homers menghabiskan waktu paling lama dibandingkan lokasi lain.
Rumah Benteng Pertama untuk Kualitas Udara yang Lebih Baik

Meskipun Homers tidak bisa mengontrol tingkat polusi udara di seluruh area Jabodetabek. Tapi ada satu hal yang masih bisa Homers kendalikan sepenuhnya, yaitu kualitas udara di tempat Homers paling sering menghirup napas, rumah.
Inilah alasan mengapa memilih hunian yang memperhatikan aspek lingkungan dan kualitas udara menjadi jauh lebih penting dari sekadar soal desain atau lokasi strategi semata.
Menjawab kebutuhan tersebut, Gethome menghadirkan konsep Green DNA di berbagai proyek hunian, salah satunya di Valencia Premiere Depok. Konsep ini dirancang secara khusus dengan satu tujuan utama, memastikan udara di lingkungan hunian tetap terjaga dengan baik.
Salah satu bukti nyata komitmen ini diwujudkan melalui program penanaman massal pohon di area hunian. Pohon-pohon ini berperan penting dalam menyaring polutan, menghasilkan oksigen segar, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sejuk dan asri untuk ditinggali.
Mau tahu informasi lebih lengkap tentang hunian Valencia Premiere Depok? Langsung saja kunjungi instagramnya, komen “PL” di salah satu postingannya, diskusi dengan tim sales, dan kunjungi marketing gallerynya untuk rasakan tinggal di hunian yang nyaman dan aman!
Jangan lupa booking unitnya segera sebelum unit favorit Homers habis!
Baca Selengkapnya: Rumah Bagus, Tapi Sumber Airnya Gimana? Ini yang Wajib Kamu Cek



