Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi pilihan populer bagi banyak orang yang ingin segera memiliki hunian tanpa harus menunggu tabungan terkumpul penuh. Dalam praktiknya, ada dua jenis kredit yang umumnya ditawarkan bank, yaitu KPR subsidi dan KPR non subsidi.
Kedua jenis kredit ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan, baik dari sisi syarat, bunga, maupun fleksibilitas dalam memilih rumah. Agar tidak salah langkah, Homers perlu memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing skema KPR sebelum menentukan pilihan.
Perbedaan KPR Non Subsidi dan Subsidi
Berikut perbedaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) non subsidi dan subsidi, yang perlu Homers ketahui sebelum mengambil ambil kredit dari bank.
-
Syarat Pengajuan

KPR subsidi ditujukan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) agar lebih mudah memiliki rumah dengan cicilan terjangkau serta bunga yang ringan. Namun, tidak semua orang bisa mengajukannya karena ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi.
Syarat yang harus dipenuhi antaranya, pemohon harus WNI berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah, belum pernah memiliki rumah, dan belum pernah menerima subsidi perumahan dari pemerintah.
Dari sisi penghasilan, batas maksimal adalah Rp4 juta per bulan untuk rumah tapak dan Rp7 juta untuk rumah susun. Selain itu, calon debitur juga wajib memiliki e-KTP yang terdaftar di Dukcapil serta NPWP aktif.
Di sisi lain, KPR non subsidi lebih fleksibel karena terbuka untuk masyarakat umum tanpa batasan penghasilan. Persyaratannya mencakup minimal 18 tahun, status WNI, serta memiliki pekerjaan tetap atau usaha yang sudah berjalan minimal satu tahun.
Untuk batas usia saat kredit berakhir, biasanya ditentukan maksimal 55 tahun bagi karyawan dan hingga 65 tahun untuk pengusaha maupun tenaga profesional. Dengan aturan yang lebih longgar, KPR non subsidi bisa diajukan oleh siapa saja yang memenuhi kriteria umum tersebut.
-
Dokumen yang Disiapkan

Untuk KPR subsidi dokumen yang disiapkan, ada fotokopi KTP, Kartu Keluarga (KK), NPWP, serta bukti penghasilan berupa slip gaji atau surat keterangan resmi dari tempat kerja.
Selain itu, pemohon juga harus melampirkan surat pernyataan yang menyatakan belum pernah memiliki rumah dan tidak pernah menerima subsidi dari pemerintah. Bagi yang berpenghasilan tidak tetap, biasanya diminta tambahan dokumen berupa surat keterangan domisili dan pernyataan penghasilan.
Sementara pada KPR non subsidi, dokumen yang diperlukan lebih beragam. Selain KTP, KK, dan NPWP, pemohon juga wajib menunjukkan bukti penghasilan tetap. Jika bekerja sebagai wiraswasta, ada syarat tambahan seperti SIUP, TDP, serta laporan keuangan dalam tiga bulan terakhir.
Untuk badan usaha yang ingin mengajukan kredit pemilikan rumah, dokumen pendukung lebih detail lagi, misalnya akta pendirian perusahaan dan rekening koran. Secara umum, persyaratan KPR non subsidi lebih lengkap dan menyesuaikan dengan kondisi serta status pemohon.
-
Pembayaran dan Fasilitas yang Didapatkan

Terakhir perbedaan KPR subsidi dan non subsidi terlihat jelas pada cicilan serta suku bunga. KPR subsidi hadir dengan cicilan lebih ringan, bunga rendah, dan uang muka terjangkau karena adanya dukungan dari pemerintah bagi masyarakat yang memenuhi syarat.
Sebaliknya, KPR non subsidi menawarkan skema cicilan lebih besar karena tidak ada campur tangan subsidi pemerintah. Bunga yang dikenakan cenderung lebih tinggi, meskipun tetap kompetitif sesuai penawaran masing-masing bank.
Keunggulannya, Homers bisa lebih bebas memilih jenis dan lokasi properti. Hanya perlu menyiapkan dana awal dan cicilan bulanan yang lebih tinggi.
Setelah memahami perbedaan KPR subsidi dan non subsidi, kini saatnya menentukan hunian yang sesuai dengan kondisi keuangan serta kebutuhan keluarga.
Kalau Homers dan pasangan sedang mencari rumah pertama dengan desain modern, lokasi strategis dan harga terjangkau, karya-karya Gethome bisa jadi pilihan tepat.
Diantaranya ada De Oasis Green Residence dan Valencia Premiere Depok. Kedua perumahan tersebut menerima pembelian hunian melalui skema KPR dengan dukungan beberapa bank. Lokasinya strategis, dekat akses tol, stasiun LRT, sekolah unggulan, rumah sakit, hingga pusat perbelanjaan.
Yuk, langsung cek instagram Gethome untuk lihat detailnya, atur jadwal survey ke marketing gallery, dan booking segera hunian impian bersama pasangan!
Baca juga artikel menarik lainnya seputar properti, konstruksi, arsitektur, dan finansial di blog Gethome!

